STRATIFIKASI PENDIDIKAN DI INDONESIA: ANALISIS MULTILEVEL DAN LONGITUDINAL TENTANG KETIMPANGAN INSTITUSIONAL, REFORMASI KURIKULUM, DAN AGENSI SISWA 2021–2025

Authors

  • Stepanus Silaban Akademi Refraksi Optisi dan Optometry Gapopin

DOI:

https://doi.org/10.53091/hum.v5i1.110

Keywords:

: educational stratification, educational inequality, character capital, student agency, Kurikulum Merdeka, school effectiveness, learning poverty

Abstract

Ketimpangan pendidikan masih menjadi persoalan penting karena capaian belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh karakteristik individu, tetapi juga oleh kondisi sosial, sumber daya, dan lingkungan pembelajaran sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana ketimpangan capaian akademik berkaitan dengan karakteristik institusional sekolah, lingkungan pembelajaran, pengembangan karakter, kondisi kesetaraan kesempatan, dan implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia. Penelitian menggunakan data Asesmen Nasional periode 2021–2025 yang mencakup 196.976 siswa yang berada dalam panel longitudinal 1.098 sekolah menengah. Analisis dilakukan secara bertahap menggunakan hierarchical linear modeling (HLM), two-way fixed effects (TWFE), analisis mediasi longitudinal, serta extreme gradient boosting (XGBoost) dengan interpretasi TreeSHAP. Hasil analisis multilevel menunjukkan bahwa 32,94% variasi capaian akademik berada pada tingkat sekolah, yang menunjukkan adanya stratifikasi institusional yang cukup kuat. Analisis longitudinal menunjukkan bahwa peningkatan sumber daya fisik dan lingkungan pembelajaran tidak secara langsung menghasilkan peningkatan capaian akademik dalam jangka pendek. Lingkungan pembelajaran yang sangat terstruktur dan berorientasi pada pengarahan guru juga menunjukkan hubungan negatif dengan perkembangan character capital pada periode berikutnya. Sebaliknya, implementasi Kurikulum Merdeka berhubungan positif dengan character capital dan capaian akademik. Model XGBoost yang divalidasi secara temporal menghasilkan kemampuan prediksi out-of-sample sebesar 42,18% dan menunjukkan character capital sebagai prediktor paling penting terhadap risiko learning poverty, sementara kontribusi infrastruktur fisik menunjukkan kecenderungan diminishing marginal returns. Temuan ini menunjukkan bahwa pengurangan ketimpangan pendidikan tidak cukup dilakukan melalui perluasan sumber daya, tetapi perlu disertai transformasi lingkungan institusional yang mendorong otonomi, agensi, dan perkembangan sosial-emosional siswa.

References

Bourdieu, P., & Passeron, J. C. (1977). Reproduction in education, society and culture. Sage.

Coleman, J. S., Campbell, E. Q., Hobson, C. J., McPartland, J., Mood, A. M., Weinfeld, F. D., & York, R. L. (1966). Equality of educational opportunity. U.S. Government Printing Office.

Reardon, S. F. (2011). The widening academic achievement gap between the rich and the poor: New evidence and possible explanations. In G. J. Duncan & R. J. Murnane (Eds.), Whither opportunity? Rising inequality, schools, and children's life chances (pp. 91–116). Russell Sage Foundation.

Creemers, B. P. M., & Kyriakides, L. (2008). The dynamics of educational effectiveness: A contribution to policy, practice and theory in contemporary schools. Routledge.

Reynolds, D., Sammons, P., De Fraine, B., Townsend, T., Van Damme, J., Teddlie, C., & Stringfield, S. (2014). Educational effectiveness research (EER): A state-of-the-art review. School Effectiveness and School Improvement, 25(2), 197–230.

Scheerens, J. (2016). Educational effectiveness and ineffectiveness: A critical review of the knowledge base. Springer.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

OECD. (2024). Education policy outlook in Indonesia. OECD Publishing.

Duckworth, A. L., & Yeager, D. S. (2015). Measurement matters: Assessing personal qualities other than cognitive ability for educational purposes. Educational Researcher, 44(4), 237–251.

Heckman, J. J., & Kautz, T. (2012). Hard evidence on soft skills. Labour Economics, 19(4), 451–464.

Allensworth, E. M., & Hart, H. M. (2018). How do principals influence student achievement? A case study of leadership and school improvement. [Sumber sesuai naskah asli].

Wooldridge, J. M. (2021). Two-way fixed effects, the two-way fixed effects estimator, and panel data methods. [Sumber sesuai naskah asli].

Eccles, J. S., & Roeser, R. W. (2011). Schools as developmental contexts during adolescence. Journal of Research on Adolescence, 21(1), 225–241.

Baker, R. S., & Inventado, P. S. (2014). Educational data mining and learning analytics. In J. A. Larusson & B. White (Eds.), Learning analytics: From research to practice (pp. 61–75). Springer.

Lundberg, S. M., & Lee, S.-I. (2017). A unified approach to interpreting model predictions. Advances in Neural Information Processing Systems, 30.

Lundberg, S. M., Erion, G., Chen, H., DeGrave, A., Prutkin, J. M., Nair, B., Katz, R., Himmelfarb, J., Bansal, N., & Lee, S.-I. (2020). From local explanations to global understanding with explainable AI for trees. Nature Machine Intelligence, 2, 56–67.

Jolliffe, I. T., & Cadima, J. (2016). Principal component analysis: A review and recent developments. Philosophical Transactions of the Royal Society A, 374(2065), 20150202.

Abdi, H., & Williams, L. J. (2010). Principal component analysis. Wiley Interdisciplinary Reviews: Computational Statistics, 2(4), 433–459.

Raudenbush, S. W., & Bryk, A. S. (2002). Hierarchical linear models: Applications and data analysis methods (2nd ed.). Sage.

Snijders, T. A. B., & Bosker, R. J. (2012). Multilevel analysis: An introduction to basic and advanced multilevel modeling (2nd ed.). Sage.

Hanushek, E. A., & Woessmann, L. (2015). The knowledge capital of nations: Education and the economics of growth. MIT Press.

Downloads

Published

2026-08-16

How to Cite

Silaban, S. (2026). STRATIFIKASI PENDIDIKAN DI INDONESIA: ANALISIS MULTILEVEL DAN LONGITUDINAL TENTANG KETIMPANGAN INSTITUSIONAL, REFORMASI KURIKULUM, DAN AGENSI SISWA 2021–2025. Jurnal Humanipreneur, 5(1), 12-22. https://doi.org/10.53091/hum.v5i1.110